A. Beografi Jerome Bruner
Jerome Bruner dilahirkan di Amerika serikat, yang menjadikan dasar idenya adalah pendapat Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif dalam belajar dikelas. Maka dari itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebut Discovery Learning yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan satu bentuk akhir. Prosedur ini berbeda dengan Receptiaon Learning atau Expository teaching dimana guru menerangkan semua informasi dan murid harus mempelajari semua bahan dan informasi tersebut.
B. Pengertian Discovery Learing
Istilah discovery Learning sering diartikan Inquiry Training atau Problem Solving dan ketiganya sering dipakai secara bergantian. Akan tetapi Jonson membedakan bahwa inti dari discovery learning yaitu usaha untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang lebih dalam dari pada Inquiry.
Pengertian discovery learning menurut Jerome Bruner adalah metode belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan dari prinsip-prinsip umum praktis contoh pengalaman.
Dan yang menjadi dasar ide J. Bruner ialah pendapat dari piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif didalam belajar di kelas. Untuk itu burner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery learning, yaitu dimana murid mengorganisasikan bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir.
C. Jurme Bruner dengan teori Doscovery Learningnya
Dalam psikologi kognitif peserta didik merupakan prosesor informasi yang aktif yang mana proses informasi tersebut merupakan kebutuhan untuk menyederhanakan dan merasionalisasikan proses perolehan pengetahuan dari lingkungan karena keterbatasan peran guru dalam kegiatan belajar mengajar, disamping itu peserta didik tidak diberikan materi secara langsung akan tetapi mereka mengorganisasikan sendiri.
Jerume dalam mengembangkan konsep kognitif muncul dari pemahaman bahwa proses belajar adalah adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku individu, maka perkembangan kognitif individu terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh bagaimana cara melihat lingkungan. Tahap-tahap tersebut meliputi Enactive, Iconic, dan Symbolic.
a. Tahap Enaktive yaitu indi vidu melakukan aktifitas-aktifitas dalam memahami lingkungan sekitar, yang mana dalam memahami lingkungan sekitar dengan pengetahuan motorik
b. Tahap Iconic yaitu individu memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar dan visualisasi verbal. Yang mana dalam memahami dunia sekitarnya dengan peruumpamaan dan perbandingan
c. Tahap Symbolic yaitu individu telah mampu memiliki ide atau gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Dalam tahap ini individu memahami lingkungan sekitar dengan mengunakan simbol.
Menurut Jerume Bruner, perkembangan kognitif individu dapat ditingkatkan melalui penyusunan materi pelajaran dan mempresentasikannya sesuai dengan tahap perkembangan individu tersebut. Penyusunan materi pelajaran dan penyajiannya dapat dimulai dari materi secara secara umum kemudian secara berkala kembali mengajarkan materi yang sama secara terperinci.
Dalam teori ini terdapat beberapa tindakan antara lain:
1. Adanya suatu kenaikan didalam potensi intelektual
2. Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada ekstrinsik
3. Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode ini
4. Murid lebih senang mengingat-ingat informasi.
D. Kelebihan dan kekurangan teori discovery learning
Kelebihan teori discovery learning
Ø Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving)
Ø Dapat meningkatkan motivasi
Ø Mendorong keterlibatan keaktifan siswa
Kekurangan teori discovery learning
Ø Guru merasa gagal mendeteksi masalah dan adanya kesalah fahaman antara guru dengan siswa
Ø Penciptaan kognitif berlebihan
DAFTAR PUSTAKA
Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Sprijono, Agus. 2006. Cooperatif Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kamis, 15 Desember 2011
Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning)
Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning)
Pembelajaran dengan penernuan (Discovery Learning) merupakan suatu komponen penting dalam pendekatan konstruktivis yang telah memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Ide pembelajaran penernuan (Discovery Learning) muncul dari keinginan untuk memberi rasa senang kepada anak/siswa dalam "menemukan" sesuatu oleh mereka sendiri dengan mengikuti jejak para ilmuwan. (Nur 2000).
Pembelajaran penernuan dibedakan menjadi 2, yaitu pembelajaran penemuan bebas (Free Discovery Learning) atau sering disebut open ended discovery dan pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) (UT 1997). Dalam pelaksanaannya, pembelajaran penernuan terbimbing (Guided Discovery Learning) lebih h banyak diterapkan, karena dengan petunjuk guru siswa akan bekerja lebih terarah dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun bimbingan guru bukanlah semacam resep yang harus dlikuti tetapi hanya merupakan arahan tentang prosedur kerja yang diperlukan.
Carin (1993) memberi petunjuk dalam merencanakan dan menyiapkan pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) sebagai berikut. a. Menentukan tujuan yang akan dipelajari oleh siswa: (1) Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan penernuan; (2) Menentukan lembar pengamatan data untuk siswa; (3) Menyiapkan alat dan bahan secara lengkap; (4) Menentukan dengan cermat apakah siswa akan bekerja secara individu atau secara berkelompok yang terdiri dari 2‑5 siswa; (5) Mencoba terlebih dahulu kegiatan yang akan dikerjakan oleh siswa.
Blog dengan ID 33471 Tidak ada
Untuk mencapai tujuan di atas Carin (1993) menyarankan hal‑hal di bawah ini: (1) Membantu siswa untuk memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan; (2) Memeriksa bahwa semua siswa memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan; (3) Menjelaskan pada siswa tentang cara bekerja yang aman; (4) Mengamati setiap siswa selama mereka melakukan kegiatan; (5) Memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk mengembalikan alat dan bahan yang digunakan; (6) Melakukan diskusi tentang kesimpulan untuk setiap jenis kegiatan.
Berikut beberapa saran tambahan berdasarkan pada pendekatan penemuan dalam pengajaran (Nur 2000): (1) Mendorong siswa mengajukan dugaan awal dengan cara mengajukan pertanyaan membimbing; (2) Menggunakan bahan dan permainan yang bervariasi; (3) Menggunakan sejumlah contoh yang kontras atau memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan materi ajar mengenai topik‑topik terkait; (4) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mernuaskan keingintahuan mereka, meskipun mereka mengajukan gagasan‑gagasan yang tidak berhubungan langsung dengan pengajaran; (5) Menggunakan sejumlah contoh yang kontras atau memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan materi ajar mengenai topik‑topik terkait
Pembelajaran dengan penernuan (Discovery Learning) merupakan suatu komponen penting dalam pendekatan konstruktivis yang telah memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Ide pembelajaran penernuan (Discovery Learning) muncul dari keinginan untuk memberi rasa senang kepada anak/siswa dalam "menemukan" sesuatu oleh mereka sendiri dengan mengikuti jejak para ilmuwan. (Nur 2000).
Pembelajaran penernuan dibedakan menjadi 2, yaitu pembelajaran penemuan bebas (Free Discovery Learning) atau sering disebut open ended discovery dan pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) (UT 1997). Dalam pelaksanaannya, pembelajaran penernuan terbimbing (Guided Discovery Learning) lebih h banyak diterapkan, karena dengan petunjuk guru siswa akan bekerja lebih terarah dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun bimbingan guru bukanlah semacam resep yang harus dlikuti tetapi hanya merupakan arahan tentang prosedur kerja yang diperlukan.
Carin (1993) memberi petunjuk dalam merencanakan dan menyiapkan pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) sebagai berikut. a. Menentukan tujuan yang akan dipelajari oleh siswa: (1) Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan penernuan; (2) Menentukan lembar pengamatan data untuk siswa; (3) Menyiapkan alat dan bahan secara lengkap; (4) Menentukan dengan cermat apakah siswa akan bekerja secara individu atau secara berkelompok yang terdiri dari 2‑5 siswa; (5) Mencoba terlebih dahulu kegiatan yang akan dikerjakan oleh siswa.
Blog dengan ID 33471 Tidak ada
Untuk mencapai tujuan di atas Carin (1993) menyarankan hal‑hal di bawah ini: (1) Membantu siswa untuk memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan; (2) Memeriksa bahwa semua siswa memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan; (3) Menjelaskan pada siswa tentang cara bekerja yang aman; (4) Mengamati setiap siswa selama mereka melakukan kegiatan; (5) Memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk mengembalikan alat dan bahan yang digunakan; (6) Melakukan diskusi tentang kesimpulan untuk setiap jenis kegiatan.
Berikut beberapa saran tambahan berdasarkan pada pendekatan penemuan dalam pengajaran (Nur 2000): (1) Mendorong siswa mengajukan dugaan awal dengan cara mengajukan pertanyaan membimbing; (2) Menggunakan bahan dan permainan yang bervariasi; (3) Menggunakan sejumlah contoh yang kontras atau memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan materi ajar mengenai topik‑topik terkait; (4) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mernuaskan keingintahuan mereka, meskipun mereka mengajukan gagasan‑gagasan yang tidak berhubungan langsung dengan pengajaran; (5) Menggunakan sejumlah contoh yang kontras atau memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan materi ajar mengenai topik‑topik terkait
Selasa, 13 Desember 2011
pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan mikroorganisme
Telah diketahui bahwa aktivitas hidup suatu organisme sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Perubahan yang terjadi pada lingkungan turut mempengaruhi perubahan organisme, baik secara morfologi maupun sifat-sifat fisiologisnya. Bakteri memiliki kemampuan yang cukup besar terhadap perubahan lingkungan dan dapat beradaptasi secara cepat terhadap perubahan lingkungan yang baru tersebut. Semua proses pertumbuhan tergantung pada reaksi kimia dan karena laju reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh suhu, maka pola pertumbuhan bakteri dapat sangat dipengaruhi oleh suhu. Suhu juga mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan organisme[1].
Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi mikroba dibagi atas faktor-faktor abiotik dan faktor-faktor biotik.
a. Faktor abiotik
1. Faktor-faktor alam, terdiri atas :
a. Pengaruh temperatur
Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. Beberapa jenis mikroba dapat hidup pada daerah yang bertemperatur yang luas , sedangkan jenis yang lainnya pada daerah yang terbatas. Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikroba terletak antara 0oC sampai 90oC dan kita kenal adanya temperatur minimum, optimum, dan maksimum. Daya tahan mikroba terhadap temperatur tidak sama untuk tiap-tiap species.
b. Pengaruh kebasahan dan kekeringan
Mikroba mempunyai nilai kelembaban optimum. Bakteri sebenarnya adalah makhluk yang suka akan keadaan basah, bahkan dapat hidup di air. Tanah yang cukup basah sangat baik untuk kehidupan bakteri. Tetapi banyak bakteri mati, jika udara kering. Keadaan kering menyebabkan proses pengeringan protoplasma yang berakibat berhentinya metabolisme.
c. Pengaruh perubahan nilai osmotik
Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikroba karena dapat menyebabkan plasmolisis. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikroba adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikroba.
d. Pengaruh sinar
Pada umumnya mikroorganisme rusak akibat cahaya, terutama pada mikroba yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikroba. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biosfik.
2. Faktor-faktor kimia
Di alam jarang mikroorganisme yang mati akibat terkena zat-zat kimia. Zat-zat yang hanya menghambat pembiakan mikroorganisme dengan tiada membunuhnya dinamakan zat antiseptik dan desinfektan. Antiseptik dan desinfektan merupakan zat yang sama tetapi berbeda dalam cara penggunannya.
b. Faktor biotik
Di alam bebas banyak mikroba dari berbagai genus maupun dari berbagai species hidup berkumpul di dalam suatu medium yang sama. Tidak mudah meneliti pengaruh atau hubungan hidup antar species, namun pengaruh timbal balik niscya ada. Hal ini karena pada suatu species yang mencerna zat makanan menimbulkan perubahan kimia dalam komposisi substrat.
Pengaruh kemungkinan baik, buruk, mungkin juga pengaruh tersebut tidak memiliki efek sama sekali. Hubungan antar species termasuk pada mikroba dapat dibedakan yaitu, netralisme, kompetisi, antagonisme, komensalisme, mutualisme, sinergisme, parasitisme, predatorisme, dan sintropisme[2].
Suhu adalah faktor terpenting yang mempengaruhi perumbuhan mikroorganisme dan kelangsungan hidupnya. Suhu yang rendah umumnya memperlambat metabolisme seluler, sedangkan suhu yang lebih tinggi meningkatkan taraf kegiatan sel. Tetapi tiap organisme memiliki batas suhu terendah dan batas suhu tertinggi, serta suhu optimum bagi organisme tersebut[3].
pH juga mempengaruhi pertumbuhan bakteri, kebanyakan bakteri yang patogen mempunyai suhu pH optimum 7,2 – 7,6. Meskipun suatu pembenihan pada suatu permulaannya baik pada suatu bakteri, tetapi pertumbuhan bakteri selanjutnya juga akan terbatas karena produk metabolisme bakteri itu sendiri. Hal utama yang dijumpai pada bakteri yang sifat fermentasinya akan menghasilkan sejumlah besar asam-asam organik yang bersifat menghambat[4].
Pengaruh logam berat terhadap pertumbuhan bakteri adalah dimana ion-ion dari beberapa logam berat dalam konsentrasi yang rendah berdaya meracuni bakteri. Daya ini dapat dilihat apabila sekeping tembaga kemudian dituang ke dalam medium NB yang sebelumnya telah diinokulasikan dengan bakteri, dimana setelah 48 jam akan terlihat pertumbuhan bakteri yang tidak merata, zona dimana titik-titik koloni tidak tumbuh disebut dengan zona oligodinamik atau zona bening[5].
Bakteri merupakan organisme kosmopolit yang dapat kita jumpai di berbagai tempat dengan berbagai kondisi di alam ini. Mulai dari padang pasir yang panas, sampai kutub utara yang beku kita masih dapat menjumpai bakteri. Namun bakteri juga memiliki batasan suhu tertentu dia bisa tetap bertahan hidup, ada tiga jenis bakteri berdasarkan tingkat toleransinya terhadap suhu lingkungannya:
1. Mikroorganisme psikrofil yaitu mikroorganisme yang suka hidup pada suhu yang dingin, dapat tumbuh paling baik pada suhu optimum dibawah 20oC.
2. Mikroorganisme mesofil, yaitu mikroorganisme yang dapat hidup secara maksimal pada suhu yang sedang, mempunyai suhu optimum di antara 20oC sampai 50oC
3. Mikroorganisme termofil, yaitu mikroorganisme yang tumbuh optimal atau suka pada suhu yang tinggi, mikroorganisme ini sering tumbuh pada suhu diatas 40oC, bakteri jenis ini dapat hidup di tempat-tempat yang panas bahkan di sumber-sumber mata air panas bakteri tipe ini dapat ditemukan, pada tahun 1967 di yellow stone park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93-94oC[6].
Berdasarkan suhu optimum untuk pertumbuhan maka dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu : 1. psikrofilik (0-200C), 2. mesofilik Mesofilik (20-300C), 3. termofilik (50-1000C). Suhu merupakan faktor lingkungan yang sangat menentukan kehidupan mikroorganisme, pengaruh suhu berhubungan dengan aktivitas enzim. Suhu rendah menyebabkan aktiivtas enzim menurun dan jika suhu terlalu tinggi dapat mendenaturasi protein enzim[7].
Pengaruh temperatur pada bakteri tidak sama bagi tiap-tiap species. Ada species yang mati setelah mengalami pemanasan beberapa menit di dalam cairan medium pada temperatur 60oC, sebaliknya bakteri yang berbentuk spora sperti genus Basillus dan Clostridium tetap dapat hidup setelah dipanasi dengan uap 100oC atau lebih selam kira-kira setengah jam. Untuk sterilisasi, maka syarat untuk membunuh setiap species bakteri adalah pemanasan selama 15 menit dengan temperatur 121oC di dalam otoklaf[8].
Pertumbuhan mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda, yang berturut-turut disebut dengan fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan fase kematian. Pada fase kematian eksponensial tidak diamati pada kondisi umum pertumbuhan kultur bakteri, kecuali bila kematian dipercepat dengan penambahan zat kimia toksik, panas atau radiasi. Dalam pertumbuhannya setiap makhluk hidup membutuhkan nutrisi yang mencukupi serta kondisi lingkungan yang mendukung demi proses pertumbuhan tersebut, termasuk juga bakteri. Pertumbuhan bakteri pada umumnya akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbedadan pada akhirnya memberikan gambaran pula terhadap kurva pertumbuhannya
Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi mikroba dibagi atas faktor-faktor abiotik dan faktor-faktor biotik.
a. Faktor abiotik
1. Faktor-faktor alam, terdiri atas :
a. Pengaruh temperatur
Temperatur merupakan salah satu faktor yang penting di dalam kehidupan. Beberapa jenis mikroba dapat hidup pada daerah yang bertemperatur yang luas , sedangkan jenis yang lainnya pada daerah yang terbatas. Pada umumnya batas daerah temperatur bagi kehidupan mikroba terletak antara 0oC sampai 90oC dan kita kenal adanya temperatur minimum, optimum, dan maksimum. Daya tahan mikroba terhadap temperatur tidak sama untuk tiap-tiap species.
b. Pengaruh kebasahan dan kekeringan
Mikroba mempunyai nilai kelembaban optimum. Bakteri sebenarnya adalah makhluk yang suka akan keadaan basah, bahkan dapat hidup di air. Tanah yang cukup basah sangat baik untuk kehidupan bakteri. Tetapi banyak bakteri mati, jika udara kering. Keadaan kering menyebabkan proses pengeringan protoplasma yang berakibat berhentinya metabolisme.
c. Pengaruh perubahan nilai osmotik
Pada umumnya larutan hipertonik menghambat pertumbuhan mikroba karena dapat menyebabkan plasmolisis. Medium yang paling cocok bagi kehidupan mikroba adalah medium yang isotonik terhadap isi sel mikroba.
d. Pengaruh sinar
Pada umumnya mikroorganisme rusak akibat cahaya, terutama pada mikroba yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik. Sinar dengan gelombang pendek akan berpengaruh buruk terhadap mikroba. Sedangkan sinar dengan gelombang panjang mempunyai daya fotodinamik dan daya biosfik.
2. Faktor-faktor kimia
Di alam jarang mikroorganisme yang mati akibat terkena zat-zat kimia. Zat-zat yang hanya menghambat pembiakan mikroorganisme dengan tiada membunuhnya dinamakan zat antiseptik dan desinfektan. Antiseptik dan desinfektan merupakan zat yang sama tetapi berbeda dalam cara penggunannya.
b. Faktor biotik
Di alam bebas banyak mikroba dari berbagai genus maupun dari berbagai species hidup berkumpul di dalam suatu medium yang sama. Tidak mudah meneliti pengaruh atau hubungan hidup antar species, namun pengaruh timbal balik niscya ada. Hal ini karena pada suatu species yang mencerna zat makanan menimbulkan perubahan kimia dalam komposisi substrat.
Pengaruh kemungkinan baik, buruk, mungkin juga pengaruh tersebut tidak memiliki efek sama sekali. Hubungan antar species termasuk pada mikroba dapat dibedakan yaitu, netralisme, kompetisi, antagonisme, komensalisme, mutualisme, sinergisme, parasitisme, predatorisme, dan sintropisme[2].
Suhu adalah faktor terpenting yang mempengaruhi perumbuhan mikroorganisme dan kelangsungan hidupnya. Suhu yang rendah umumnya memperlambat metabolisme seluler, sedangkan suhu yang lebih tinggi meningkatkan taraf kegiatan sel. Tetapi tiap organisme memiliki batas suhu terendah dan batas suhu tertinggi, serta suhu optimum bagi organisme tersebut[3].
pH juga mempengaruhi pertumbuhan bakteri, kebanyakan bakteri yang patogen mempunyai suhu pH optimum 7,2 – 7,6. Meskipun suatu pembenihan pada suatu permulaannya baik pada suatu bakteri, tetapi pertumbuhan bakteri selanjutnya juga akan terbatas karena produk metabolisme bakteri itu sendiri. Hal utama yang dijumpai pada bakteri yang sifat fermentasinya akan menghasilkan sejumlah besar asam-asam organik yang bersifat menghambat[4].
Pengaruh logam berat terhadap pertumbuhan bakteri adalah dimana ion-ion dari beberapa logam berat dalam konsentrasi yang rendah berdaya meracuni bakteri. Daya ini dapat dilihat apabila sekeping tembaga kemudian dituang ke dalam medium NB yang sebelumnya telah diinokulasikan dengan bakteri, dimana setelah 48 jam akan terlihat pertumbuhan bakteri yang tidak merata, zona dimana titik-titik koloni tidak tumbuh disebut dengan zona oligodinamik atau zona bening[5].
Bakteri merupakan organisme kosmopolit yang dapat kita jumpai di berbagai tempat dengan berbagai kondisi di alam ini. Mulai dari padang pasir yang panas, sampai kutub utara yang beku kita masih dapat menjumpai bakteri. Namun bakteri juga memiliki batasan suhu tertentu dia bisa tetap bertahan hidup, ada tiga jenis bakteri berdasarkan tingkat toleransinya terhadap suhu lingkungannya:
1. Mikroorganisme psikrofil yaitu mikroorganisme yang suka hidup pada suhu yang dingin, dapat tumbuh paling baik pada suhu optimum dibawah 20oC.
2. Mikroorganisme mesofil, yaitu mikroorganisme yang dapat hidup secara maksimal pada suhu yang sedang, mempunyai suhu optimum di antara 20oC sampai 50oC
3. Mikroorganisme termofil, yaitu mikroorganisme yang tumbuh optimal atau suka pada suhu yang tinggi, mikroorganisme ini sering tumbuh pada suhu diatas 40oC, bakteri jenis ini dapat hidup di tempat-tempat yang panas bahkan di sumber-sumber mata air panas bakteri tipe ini dapat ditemukan, pada tahun 1967 di yellow stone park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93-94oC[6].
Berdasarkan suhu optimum untuk pertumbuhan maka dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu : 1. psikrofilik (0-200C), 2. mesofilik Mesofilik (20-300C), 3. termofilik (50-1000C). Suhu merupakan faktor lingkungan yang sangat menentukan kehidupan mikroorganisme, pengaruh suhu berhubungan dengan aktivitas enzim. Suhu rendah menyebabkan aktiivtas enzim menurun dan jika suhu terlalu tinggi dapat mendenaturasi protein enzim[7].
Pengaruh temperatur pada bakteri tidak sama bagi tiap-tiap species. Ada species yang mati setelah mengalami pemanasan beberapa menit di dalam cairan medium pada temperatur 60oC, sebaliknya bakteri yang berbentuk spora sperti genus Basillus dan Clostridium tetap dapat hidup setelah dipanasi dengan uap 100oC atau lebih selam kira-kira setengah jam. Untuk sterilisasi, maka syarat untuk membunuh setiap species bakteri adalah pemanasan selama 15 menit dengan temperatur 121oC di dalam otoklaf[8].
Pertumbuhan mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda, yang berturut-turut disebut dengan fase lag, fase eksponensial, fase stasioner dan fase kematian. Pada fase kematian eksponensial tidak diamati pada kondisi umum pertumbuhan kultur bakteri, kecuali bila kematian dipercepat dengan penambahan zat kimia toksik, panas atau radiasi. Dalam pertumbuhannya setiap makhluk hidup membutuhkan nutrisi yang mencukupi serta kondisi lingkungan yang mendukung demi proses pertumbuhan tersebut, termasuk juga bakteri. Pertumbuhan bakteri pada umumnya akan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pengaruh faktor ini akan memberikan gambaran yang memperlihatkan peningkatan jumlah sel yang berbedadan pada akhirnya memberikan gambaran pula terhadap kurva pertumbuhannya
gangguan sistem pernafasan dan pengaruh rokok terhadap pernafasan
Saat pelajaran biologi tadi, saya dan teman-teman melakukan presentasi tentang gangguan sistem pernapasan, dan di postingan ini saya ingin menambahkan sedikit dari yang kami presentasikan tadi.
Alat-alat pernapasan merupakan organ tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.
1. Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
2. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
3. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah.
4. Macam-macam peradangan pada sistem pernapasan manusia:
a. Rinitis, radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.
b. Faringitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus. Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi antibiotik.
c. Laringitis, radng pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.
d. Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan.
e. Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi.
5. Asfikasi, adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).
6. Asidosis, adalah kenaikan adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
7. Difteri, adalah penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh lendir yang dihasilkan kuman difteri.
8. Emfisema, adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
9. Pneumonia, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
10. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan di tekak atau amandel.
11. Kanker paru-paru, mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga dapat menderita kanker paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kanker paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk petroleum, dan kromium.
Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan
A. Kandungan Asap Rokok
Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan partikel.komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hydrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen, dan senyawa hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium.
Asap yang dihembuskan para perokok dapat di bagi atas asap utama dan asap samping. Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif. Terdapat 4000 jenis bahan kimia dalam rokok, dan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), dimana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping. Misalnya karbon monoksida, 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama , benzopiren 3 kali, dan ammonia 50 kali. Bahan bahan ini dapat bertahan di ruangan berjam jam lamanya.
B. Penyakit Akibat Merokok
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru.
Akibat perubahan anatomi saluran pernapasan tersebut, pada perokok akan timbul perubahan fungsi paru-paru. Merokok juga merupakan penyebab timbulnya penyakit obstruksi paru menahun, termasuk emfisema (pembengkakan paru-paru), bronkitis kronis. Dan asma.
Merokok menjadi pemicu utama penyebab penyakit kanker paru-paru. Hubungan tersebut telah diteliti dan akhirnya secara tegas memang bahwa rokok sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Dibandingkan dengan bukan seorang perokok, kemungkinan timbulnya kenker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lipat.
Gangguan yang ditimbulkan akibat merokok antara lain sebagai berikut.
1. Jantung Koroner
Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung koroner. Merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan pembuluh darah perifer.
2. Stroke
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak sehingga pecah banyak dikaitkan dengan kegiatan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan bukan perokok
3. Memudahkan Terjangkit AIDS
Dalam penelitian yang banyak dilakukan di amerika serikat dan inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Ternyata merokok menurunkan kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terkena AIDS.
4. Gangguan Fisiologis
Nikotin menyebabkan ketagihan. Selain itu, nikotin juga merangsang pelepasan andrenalin, meningkatan frekuensi jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin juga dapat mengaktifkan trombositsehingga terjadi adhesi (penempelan) trombosit ke dalam pembuluh darah.
Karbon monoksida melarutkan hemoglobin, sehingga persediaan opksigen untuk jaringan tubuh menurun. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). CO membuat darah mengental dan mudah menggumpal
Alat-alat pernapasan merupakan organ tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.
1. Influenza (flu), penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
2. Asma atau sesak napas, merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
3. Tuberkulosis (TBC), penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri mycobacterium tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah.
4. Macam-macam peradangan pada sistem pernapasan manusia:
a. Rinitis, radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.
b. Faringitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus. Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi antibiotik.
c. Laringitis, radng pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.
d. Bronkitis, radang pada cabang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami demam dan banyak menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan.
e. Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi.
5. Asfikasi, adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).
6. Asidosis, adalah kenaikan adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
7. Difteri, adalah penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh lendir yang dihasilkan kuman difteri.
8. Emfisema, adalah penyakit pembengkakan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
9. Pneumonia, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
10. Wajah adenoid (kesan wajah bodoh), disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan di tekak atau amandel.
11. Kanker paru-paru, mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga dapat menderita kanker paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kanker paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk petroleum, dan kromium.
Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan
A. Kandungan Asap Rokok
Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan partikel.komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hydrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen, dan senyawa hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium.
Asap yang dihembuskan para perokok dapat di bagi atas asap utama dan asap samping. Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif. Terdapat 4000 jenis bahan kimia dalam rokok, dan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), dimana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping. Misalnya karbon monoksida, 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama , benzopiren 3 kali, dan ammonia 50 kali. Bahan bahan ini dapat bertahan di ruangan berjam jam lamanya.
B. Penyakit Akibat Merokok
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru.
Akibat perubahan anatomi saluran pernapasan tersebut, pada perokok akan timbul perubahan fungsi paru-paru. Merokok juga merupakan penyebab timbulnya penyakit obstruksi paru menahun, termasuk emfisema (pembengkakan paru-paru), bronkitis kronis. Dan asma.
Merokok menjadi pemicu utama penyebab penyakit kanker paru-paru. Hubungan tersebut telah diteliti dan akhirnya secara tegas memang bahwa rokok sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Dibandingkan dengan bukan seorang perokok, kemungkinan timbulnya kenker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lipat.
Gangguan yang ditimbulkan akibat merokok antara lain sebagai berikut.
1. Jantung Koroner
Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung koroner. Merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan pembuluh darah perifer.
2. Stroke
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak sehingga pecah banyak dikaitkan dengan kegiatan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan bukan perokok
3. Memudahkan Terjangkit AIDS
Dalam penelitian yang banyak dilakukan di amerika serikat dan inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Ternyata merokok menurunkan kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terkena AIDS.
4. Gangguan Fisiologis
Nikotin menyebabkan ketagihan. Selain itu, nikotin juga merangsang pelepasan andrenalin, meningkatan frekuensi jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin juga dapat mengaktifkan trombositsehingga terjadi adhesi (penempelan) trombosit ke dalam pembuluh darah.
Karbon monoksida melarutkan hemoglobin, sehingga persediaan opksigen untuk jaringan tubuh menurun. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). CO membuat darah mengental dan mudah menggumpal
lemak
Kata lemak berasal dari bahasa Yunani (Greece) yaitu lipos. Sedangkan dalam bahasa inggris berarti lipid. Secara umum lemak merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi dapat diekstrasi dengan pelarut non polar seperti klorofom, eter dan benzena. Pengertian ini didasarkan dari salah satu kesepakatan Kongres Internasional Kimia Murni dan Terapan (International Congres of Pure and Applied Chemistry) karena sukarnya memberikan definisi yang jelas tentang lemak. Senyawa-senyawa lemak tidak memiliki rumus struktur yang sama dan sifat kimia serta biologinya juga bervariasi .karena itu dibuat kesepakatan tentang lemak yang didasarkan pada sifat fisika lemak seperti diatas.
Beberapa fungsi penting lemak dalam system mahluk hidup adalah sebagai berikut:
1. Komponen struktur membran, semua membran sel termasuk mielin, mengandung lipid lapisan ganda. Fungsi membran diantaranya adalah barier permeable.
2. Bentuk energi cadangan, sebagai fungsi utama triasilgliserol yang ditemukan dalam jaringan adipose.
3. Kofaktor/precursor enzim; untuk aktifitas enzim seperti fosfolipid dalam darah, koenzim A dan sebagainya.
4. Prekursor hormon dan vitamin; prostaglandin : asam arakidonat adalah prekursor untuk biosintesis prostaglandin, hormon steroid dan lain-lain
5. Lapisan pelindung: fungsi membran yang sebagian besar mengandung lipid diantaranya adalah barier permeable untuk mencegah infeksi dan kehilangan atau penambahan air yang berlebihan.
6. Insulasi barier, untuk menghindari panas, tekanan listrik dan fisik
Lemak seperti biomolekul lain yang telah dibahas sebelumnya juga terus menerus dirombak dan disintesis melalui berbagai macam proses metabolisme. Metabolisme lemak merupakan bahasan yang cukup luas karena begitu banyaknya golongan biomolekul ini.
Dalam tubuh ternak, energi yang digunakan berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Karbohidrat merupakan sumber energi yang tersedia (Readily Available Source) sedangkan lemak merupakan cadangan energi (energy reserve). Dalam tubuh, lemak disimpan pada hati dan otot. Lemak yang tersimpan di sel dinamakan jaringan adiposa atau deposisi lemak (fat deposit). Lemak yang terdeposisi dalam organ tubuh seperti jantung, hati, ginjal dan limpa dapat melindungi organ tersebut dari benturan. Lemak yang terdeposisi dalam jaringan di bawah kulit juga dapat mempertahankan suhu badan dari pengaruh lingkungan. Lemak mengandung 9 kkal/gram sedangkan karbohidrat hanya mengandung 4 kkal/gram.
Lemak merupakan salah satu komponen bahan pakan yang dibutuhkan oleh ternak. Lemak ditambahkan dalam pakan unggas untuk mencukupi energi, memperbaiki efisiensi pakan dan meningkatkan produktivitas. Minyak juga digunakan untuk melarutkan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K. Lemak merupakan sumber energi yang tertinggi setelah karbohidrat namun tidak dapat digunakan dalam jumlah yang banyak pada pakan karena dapat menimbulkan ketengikan akibat dari proses oksidasi. Lemak dan minyak merupakan suatu kesatuan dimana lemak terbentuk apabila dalam kondisi ruang berbentuk padat sedangkan minyak terbentuk apabila dalam kondisi ruang berbentuk cair.
Lemak dan minyak yang digunakan sebagai bahan pakan diperoleh dari limbah peternakan seperti lemak sapi, lemak babi, lemak ayam dan lemak kambing dan dari proses pengolahan industri seperti minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak ikan.
Lemak dalam pakan diserap tubuh melalui usus halus. Pankreas mensekresi enzim lipase yang bertujuan untuk menghidrolisis lemak pakan menjadi asam lemak, gliserol, sabun, dan mono- serta di-gliserida. Lemak tidak dapat larut dengan air sehingga harus diubah menjadi lipoprotein setelah bereaksi dengan protein yang larut dalam air (water soluble protein) untuk kemudian dibawa oleh darah. Hati berfungsi untuk mengatur kandungan lemak dalam darah, apabila kandungan lemak dalam darah meningkat, maka hati berfungsi merombak lemak menjadi glikogen untuk disimpan dalam hati atau otot. Lemak yang dibawa oleh darah didistribusikan ke seluruh bagian jaringan tubuh. Lemak berfungsi memelihara jaringan otak dan syaraf pula.
Komponen dari lemak dapat dilihat pada gambar berikut:
Lemak berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi 2 kelompok utama, yaitu lemak yang dapat disaponifikasi (Saponifikasi lipids) dan lemak yang tidak dapat disaponifikasi (Non Saponifikasi lipids). Golongan lemak pertama dapat dihidrolisis dengan alkali dan panas sehingga terbentuk asam-asam lemak dan komponen molekul lainnya. Contohnya adalah lemak netral (triasilgliserol), fosfolipid, glikolipid dan sulfolipid serta senyawa dengan asam karboksilat rantai panjang (asam lemak). Kelompok kedua disintesis dari unit isoprene kolesterol dan lain-lain sterol serta steroid, dolikol, ubiquinon dan vitamin A, D, E dan K.
Penggolongan lemak yang lain berdasarkan strukturnya yaitu lemak sederhana, lemak majemuk dan kelompok lemak turunan. Lemak sederhana atau homolipid merupakan lemak bentuk ester yang mengandung C, H dan O. Beberapa contoh lemak sederhana adalah: lemak, ester lemak, gliserol, lilin dan lain-lain. Lemak majemuk merupakan senyawa yang mengandung bahan-bahan lain seperti alkohol dan asam lemak. Beberapa senyawa yang tergolong lipid majemuk adalah: fosfosilgliserol terdiri atas gliserol, dan asam lemak. HPO42- dan kolin atau etanolamin. Sfingomielin terdiri atas sfingosin, asam lemak, HPO42- dan kolin. Gangliosida terdiri atas sfingosin, asam lemak, dan 2-6 gula sederhana (Termasuk asam sialat) dan Serebrosida yang tersusun atas sfingosin, asam lemak dan gula sederhana.
Lemak turunan merupakan senyawa-senyawa lemak yang tidak dimasukkan ke dalam kedua kelompok lemak diatas. Atau kelompok lemak yang berasal dari hidrolisis lemak sederhana dan atau lemak majemuk. Contoh lemak turunan adalah steroid, karotenoid dan vitamin larut dalam lemak.
Beberapa fungsi penting lemak dalam system mahluk hidup adalah sebagai berikut:
1. Komponen struktur membran, semua membran sel termasuk mielin, mengandung lipid lapisan ganda. Fungsi membran diantaranya adalah barier permeable.
2. Bentuk energi cadangan, sebagai fungsi utama triasilgliserol yang ditemukan dalam jaringan adipose.
3. Kofaktor/precursor enzim; untuk aktifitas enzim seperti fosfolipid dalam darah, koenzim A dan sebagainya.
4. Prekursor hormon dan vitamin; prostaglandin : asam arakidonat adalah prekursor untuk biosintesis prostaglandin, hormon steroid dan lain-lain
5. Lapisan pelindung: fungsi membran yang sebagian besar mengandung lipid diantaranya adalah barier permeable untuk mencegah infeksi dan kehilangan atau penambahan air yang berlebihan.
6. Insulasi barier, untuk menghindari panas, tekanan listrik dan fisik
Lemak seperti biomolekul lain yang telah dibahas sebelumnya juga terus menerus dirombak dan disintesis melalui berbagai macam proses metabolisme. Metabolisme lemak merupakan bahasan yang cukup luas karena begitu banyaknya golongan biomolekul ini.
Dalam tubuh ternak, energi yang digunakan berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Karbohidrat merupakan sumber energi yang tersedia (Readily Available Source) sedangkan lemak merupakan cadangan energi (energy reserve). Dalam tubuh, lemak disimpan pada hati dan otot. Lemak yang tersimpan di sel dinamakan jaringan adiposa atau deposisi lemak (fat deposit). Lemak yang terdeposisi dalam organ tubuh seperti jantung, hati, ginjal dan limpa dapat melindungi organ tersebut dari benturan. Lemak yang terdeposisi dalam jaringan di bawah kulit juga dapat mempertahankan suhu badan dari pengaruh lingkungan. Lemak mengandung 9 kkal/gram sedangkan karbohidrat hanya mengandung 4 kkal/gram.
Lemak merupakan salah satu komponen bahan pakan yang dibutuhkan oleh ternak. Lemak ditambahkan dalam pakan unggas untuk mencukupi energi, memperbaiki efisiensi pakan dan meningkatkan produktivitas. Minyak juga digunakan untuk melarutkan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K. Lemak merupakan sumber energi yang tertinggi setelah karbohidrat namun tidak dapat digunakan dalam jumlah yang banyak pada pakan karena dapat menimbulkan ketengikan akibat dari proses oksidasi. Lemak dan minyak merupakan suatu kesatuan dimana lemak terbentuk apabila dalam kondisi ruang berbentuk padat sedangkan minyak terbentuk apabila dalam kondisi ruang berbentuk cair.
Lemak dan minyak yang digunakan sebagai bahan pakan diperoleh dari limbah peternakan seperti lemak sapi, lemak babi, lemak ayam dan lemak kambing dan dari proses pengolahan industri seperti minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan minyak ikan.
Lemak dalam pakan diserap tubuh melalui usus halus. Pankreas mensekresi enzim lipase yang bertujuan untuk menghidrolisis lemak pakan menjadi asam lemak, gliserol, sabun, dan mono- serta di-gliserida. Lemak tidak dapat larut dengan air sehingga harus diubah menjadi lipoprotein setelah bereaksi dengan protein yang larut dalam air (water soluble protein) untuk kemudian dibawa oleh darah. Hati berfungsi untuk mengatur kandungan lemak dalam darah, apabila kandungan lemak dalam darah meningkat, maka hati berfungsi merombak lemak menjadi glikogen untuk disimpan dalam hati atau otot. Lemak yang dibawa oleh darah didistribusikan ke seluruh bagian jaringan tubuh. Lemak berfungsi memelihara jaringan otak dan syaraf pula.
Komponen dari lemak dapat dilihat pada gambar berikut:
Lemak berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi 2 kelompok utama, yaitu lemak yang dapat disaponifikasi (Saponifikasi lipids) dan lemak yang tidak dapat disaponifikasi (Non Saponifikasi lipids). Golongan lemak pertama dapat dihidrolisis dengan alkali dan panas sehingga terbentuk asam-asam lemak dan komponen molekul lainnya. Contohnya adalah lemak netral (triasilgliserol), fosfolipid, glikolipid dan sulfolipid serta senyawa dengan asam karboksilat rantai panjang (asam lemak). Kelompok kedua disintesis dari unit isoprene kolesterol dan lain-lain sterol serta steroid, dolikol, ubiquinon dan vitamin A, D, E dan K.
Penggolongan lemak yang lain berdasarkan strukturnya yaitu lemak sederhana, lemak majemuk dan kelompok lemak turunan. Lemak sederhana atau homolipid merupakan lemak bentuk ester yang mengandung C, H dan O. Beberapa contoh lemak sederhana adalah: lemak, ester lemak, gliserol, lilin dan lain-lain. Lemak majemuk merupakan senyawa yang mengandung bahan-bahan lain seperti alkohol dan asam lemak. Beberapa senyawa yang tergolong lipid majemuk adalah: fosfosilgliserol terdiri atas gliserol, dan asam lemak. HPO42- dan kolin atau etanolamin. Sfingomielin terdiri atas sfingosin, asam lemak, HPO42- dan kolin. Gangliosida terdiri atas sfingosin, asam lemak, dan 2-6 gula sederhana (Termasuk asam sialat) dan Serebrosida yang tersusun atas sfingosin, asam lemak dan gula sederhana.
Lemak turunan merupakan senyawa-senyawa lemak yang tidak dimasukkan ke dalam kedua kelompok lemak diatas. Atau kelompok lemak yang berasal dari hidrolisis lemak sederhana dan atau lemak majemuk. Contoh lemak turunan adalah steroid, karotenoid dan vitamin larut dalam lemak.
Senin, 12 Desember 2011
SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN RUMINANSIA
SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN RUMINANSIA
Apa itu hewan ruminansia ??
Hewan memamah biak(Ruminantia) adalah sekumpulan hewan pemakan tumbuhan yang mencerna makanannya dalam dua langkah,pertama dengan menelan bahan mentah,kemudian mengeluarkan makanan yang sudahsetengah dicerna dan mengunyahnya lagi.Lambung hewan-hewan ini tidak hanyamemiliki satu ruang (monogastrik ) tetapi lebihdari satu ruang ( poligastrik ), atau secaraumum bisa dikatakan berperut banyak.
Contoh hewan ruminansia:
Sapi
Kambing
Kuda
Domba
Jerapah.
Bison
Rusa
Kancil
Perbedaan antara hewan ruminansiadengan mamalia lainnya
Terlihat pada susunan dan fungsi gigi serta lambung. Halini berkaitan dengan jenis makanannya.
1)GIGI
Gigi geraham (premolare & molare) sangat besar,kuat, bergelombang seperti papan pencuci. Sertaberfungsi untuk menggiling dan menggilas dinding seltumbuhan yg dimakan.Gigi seri berbentuk seperti kapak, berfungsi untukmenjepit dan memotong makanan.Antara gigi seri dan geraham terdapat rongga yangdisebut diastemaRahang bergerak menyamping sebagai gerakan untukmenggiling dan menggilas makanan.
2) Usus & Lambung
Di dalam usus terdapat kumpulan bakteri simbiosisyang dapat melakukan peragian selulosa.Cenderung memiliki usus yang lebih panjangdibanding mamalia lainnya, karena makanan yangmelalui usus dicerna perlahan-lahan.Memiliki 4 ruangan lambung, yaitu : Rumen atauperut besar (berisi bakteri dalam cairan alkali),Retikulum (perut jala), Omasum (perut masam),Abomasum atau perut kitab (merupakan lambungyang sesungguhnya).
Makanan dari kerongkongan akan masukrumen yang berfungsi sebagai gudangsementara bagi makanan yang tertelan.Di rumen terjadi pencernaan protein,polisakarida, dan fermentasi selulosa olehenzim selulase yang dihasilkan oleh bakteridan jenis protozoa tertentu.Dari rumen, makanan akan diteruskan keretikulum dan di tempat ini makanan akandibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yangmasih kasar (disebut
bolus).
Bolus akan dimuntahkan kembali ke mulutuntuk dimamah kedua kali. Darimulutmakanan akan ditelan kembali untukditeruskan ke omasum.Pada omasum terdapat kelenjar yangmemproduksi enzim yang akan bercampurdengan bolus.Akhirnya bolus akan diteruskan ke abomasum,yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat inimasih terjadi proses pencernaan bolus secarakimiawi oleh enzim
runtutanlaju pencernaan makanan:
Mulut- Esofagus- Rumen –Retikulum-mulut-retikulum-Omasum-abomasum-usus halus-usus besar-rektum-anus
Simbiosis antara hewan pemamah biakdengan bakteri didalam rumen menghasilkanenzim selulase. Selulase merombak selulosamenjadi asam lemak. Akan tetapi, bakteritidak tahan hidup di abomasum karena pHyang sangat rendah, akibatnya bakteri ini akanmati, namun dapat dicernakan untuk menjadisumber protein bagi hewan pemamah biak.Dengan demikian, hewan ini tidakmemerlukan asam amino esensial sepertipada manusia.
Tidak hanya menghasilkan asam lemak, enzimselulase juga menghasilkan bio berupa CH4yang dapat digunakan sebagai sumber energialternatif. Maka itu kotoran hewan dapatdijadikan sebagai bahan organik sepertipupuk.
Apa itu hewan ruminansia ??
Hewan memamah biak(Ruminantia) adalah sekumpulan hewan pemakan tumbuhan yang mencerna makanannya dalam dua langkah,pertama dengan menelan bahan mentah,kemudian mengeluarkan makanan yang sudahsetengah dicerna dan mengunyahnya lagi.Lambung hewan-hewan ini tidak hanyamemiliki satu ruang (monogastrik ) tetapi lebihdari satu ruang ( poligastrik ), atau secaraumum bisa dikatakan berperut banyak.
Contoh hewan ruminansia:
Sapi
Kambing
Kuda
Domba
Jerapah.
Bison
Rusa
Kancil
Perbedaan antara hewan ruminansiadengan mamalia lainnya
Terlihat pada susunan dan fungsi gigi serta lambung. Halini berkaitan dengan jenis makanannya.
1)GIGI
Gigi geraham (premolare & molare) sangat besar,kuat, bergelombang seperti papan pencuci. Sertaberfungsi untuk menggiling dan menggilas dinding seltumbuhan yg dimakan.Gigi seri berbentuk seperti kapak, berfungsi untukmenjepit dan memotong makanan.Antara gigi seri dan geraham terdapat rongga yangdisebut diastemaRahang bergerak menyamping sebagai gerakan untukmenggiling dan menggilas makanan.
2) Usus & Lambung
Di dalam usus terdapat kumpulan bakteri simbiosisyang dapat melakukan peragian selulosa.Cenderung memiliki usus yang lebih panjangdibanding mamalia lainnya, karena makanan yangmelalui usus dicerna perlahan-lahan.Memiliki 4 ruangan lambung, yaitu : Rumen atauperut besar (berisi bakteri dalam cairan alkali),Retikulum (perut jala), Omasum (perut masam),Abomasum atau perut kitab (merupakan lambungyang sesungguhnya).
Makanan dari kerongkongan akan masukrumen yang berfungsi sebagai gudangsementara bagi makanan yang tertelan.Di rumen terjadi pencernaan protein,polisakarida, dan fermentasi selulosa olehenzim selulase yang dihasilkan oleh bakteridan jenis protozoa tertentu.Dari rumen, makanan akan diteruskan keretikulum dan di tempat ini makanan akandibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yangmasih kasar (disebut
bolus).
Bolus akan dimuntahkan kembali ke mulutuntuk dimamah kedua kali. Darimulutmakanan akan ditelan kembali untukditeruskan ke omasum.Pada omasum terdapat kelenjar yangmemproduksi enzim yang akan bercampurdengan bolus.Akhirnya bolus akan diteruskan ke abomasum,yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat inimasih terjadi proses pencernaan bolus secarakimiawi oleh enzim
runtutanlaju pencernaan makanan:
Mulut- Esofagus- Rumen –Retikulum-mulut-retikulum-Omasum-abomasum-usus halus-usus besar-rektum-anus
Simbiosis antara hewan pemamah biakdengan bakteri didalam rumen menghasilkanenzim selulase. Selulase merombak selulosamenjadi asam lemak. Akan tetapi, bakteritidak tahan hidup di abomasum karena pHyang sangat rendah, akibatnya bakteri ini akanmati, namun dapat dicernakan untuk menjadisumber protein bagi hewan pemamah biak.Dengan demikian, hewan ini tidakmemerlukan asam amino esensial sepertipada manusia.
Tidak hanya menghasilkan asam lemak, enzimselulase juga menghasilkan bio berupa CH4yang dapat digunakan sebagai sumber energialternatif. Maka itu kotoran hewan dapatdijadikan sebagai bahan organik sepertipupuk.
Jumat, 09 Desember 2011
sirih merah (Piper crocatum)
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Magnoliidae
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae (suku sirih-sirihan)
Genus : Piper
Spesies : Piper crocatum Ruiz & Pav.
Nama daerah : sirih merah
Deskripsi :
• Sirih merah adalah tanaman merambat yang berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Daun tumbuh berselang-seling dari batangnya, dan daun berwarna merah keperakan dengan permukaan daun meng-kilap dan tidak merata. Yang membedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.
• Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan karena tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan dapat dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20 - 30 cm. Sulur sebaiknya dipilih yang telah mengeluarkan akar dan mempunyai 2 - 3 daun atau 2 - 3 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun di kurangi sebagian atau buang seluruhnya. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun. Letakkan setek ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%.
• Perbanyakan dengan cara pencangkokan dilakukan dengan me-milih cabang yang cukup tua kira-kira 15 cm dari batang pokoknya, kemudian cabang tersebut diikat atau dibalut ijuk atau sabut kelapa yang dapat menghisap air. Pencangkokan tidak perlu mengupas kulit batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh dan ber-kembang. Cangkok dapat dipotong dan ditanaman di polibeg apabila akar yang muncul sudah banyak.
• Sirih merah dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah dan tidak terlalu sulit dalam pemeliharaannya. Selama ini umumnya sirih merah tumbuh tanpa pemupukan. Yang penting selama pertumbuhannya adalah pengairan yang baik dan cahaya matahari yang diterima sebesar 60 - 75%
Kegunaan :
• Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa alkoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.
• Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, ter-penena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga air rebusan daun sirih merah bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkantanin dapat digunakan untuk mengobati sakit perut.
• Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakitdiabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akanmenurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kankermerupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuh-kan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit hepatitis.
• Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sembuh dari diabetes karena mengkonsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.
• Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakitbatu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi
Langganan:
Postingan (Atom)
